- 4 Nov 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
ALUNAN musik gamelan terdengar berpadu dengan musik Eropa. Sembilan penari perempuan diapit empat orang pengapit di depan dan belakang berjalan memasuki pendopo Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY. Mereka membawakan tari Bedhaya Mintarga, tari klasik asal Keraton Yogyakarta yang diciptakan pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwana X.
Tari tersebut ditampilkan dalam rangka Pementasan Catur Sagatra 2022. Acara ini merupakan ajang silaturahmi empat swapraja dinasti Mataram Islam, yaitu Kasultanan dan Pakualaman di Yogyakarta dengan Kasunanan dan Mangkunegaran di Solo.
Musik yang mengiringi awal tari itu merupakan Gendhing mares, perpaduan gamelan dan musik Eropa di Keraton Yogyakarta. Kata “Mares” merupakan serapan dari kata Mars, sebuah komposisi musik Eropa yang sering digunakan untuk kepentingan militer. Gendhing mares sebagai musik hibrida dengan demikian menandakan interaksi sosial-budaya antara keraton dengan Barat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















