top of page

Kisah Buronan Sekutu

Tiga tentara Jepang di wilayah Indonesia Timur menghindari status penjahat perang dengan bergabung ke TNI. Dikejar intel Australia hingga Pulau Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Masharo Aoki alias Abu Bakar (kanan) ketika diringkus militer Belanda. (Nationaal Archief).

14 Mei 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

PASCA berakhirnya Perang Dunia II, banyak tentara Jepang yang melakukan desersi. Alih-alih menuruti seruan pimpinan tertingginya, mereka malah bergabung dengan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Menurut peneliti sejarah dari Jepang Aiko Kurasawa, jumlah mereka hampir mendekati 1.500 orang.


“Motivasi mereka bermacam-macam, namun sebagian karena takut menghadapi pengadilan perang Sekutu,” ungkap penulis buku Sisi Gelap Perang Asia itu.


Aiko tidak salah. Setidaknya itu yang menjadi salah satu motivasi Masharo Aoki untuk lari ke Jawa dan bergabung dengan gerilyawan TNI dari unit Pasukan Pangeran Papak (PPP) sejak Maret 1946. Sumber-sumber Belanda menyebut bahwa Aoki tadinya merupakan pimpinan kamp konsentrasi  yang bertanggungjawab atas ratusan tawanan Eropa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page