- 4 Apr 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 23 Feb
SERSAN Mayor (Purn.) Sanip masih ingat perintah atasannya ketika mulai terjun di palagan Sulawesi Utara pada Agustus 1959. Kepada para prajurit Batalyon 330 Kudjang I Siliwangi, komandan tersebut menekankan jika nanti harus berhadapan dengan Panglima Angkatan Perang Revolusiener (APREV) Alex Evert Kawilarang maka diupayakan untuk ditangkap hidup-hidup.
"Jangan sakiti beliau! Pak Alex adalah orang tua kita yang sedang khilaf dan harus disadarkan,” ujar sang komandan.
Tak cukup hanya dengan perintah. Para prajurit Siliwangi juga menempelkan berbagai selebaran dan pengumuman tertulis di hutan-hutan Sulawesi Utara. Menurut A.H. Nasution, itu dilakukan semata-mata karena bentuk rasa hormat para prajurit asal Jawa Barat itu kepada tokoh senior Siliwangi tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












