top of page

Soe Hok Gie dan Harta Karun Watanabe

Bagaimana kematian Soe Hok Gie dikaitkan dengan harta peninggalan tentara Jepang

loading_historia_white.gif
transparant.png

Soe Hok Gie dan kawan-kawan di Puncak Gunung Pangrango. (Repro Catatan Seorang Demonstran).

  • 15 Jul 2019
  • 3 menit membaca

AGUSTUS 2000. Telepon di meja Rudy Badil berbunyi nyaring. Pada dering kedua, jurnalis senior Kompas itu lantas mengangkatnya. Terdengarlah suara lelaki berdialek Jawa di seberang sana, memperkenalkan diri sebagai wakil dari sebuah perusahaan ternama di Surabaya. Kepada Badil dia menawari sebuah pekerjaan besar: proyek pencarian harta karun peninggalan tentara Jepang senilai 82,62 trilyun rupiah!


“Mereka bilang memerlukan saya sebagai konsultan. Kerjanya cuma masuk hutan sesuai arahan peta, lalu menafsirkan isi kalimat proposal dan meriset data kepustakaan guna mendukung mega proyek itu,” kenang Rudy kepada Historia.


Yang paling mengagetkan Badil, proyek itu ternyata tersangku paut dengan sahabatnya, Soe Hok Gie. Menurut cerita sang empu pekerjaan, Soe waktu studi ke Kanada dan Jepang pernah mempelajari suatu naskah harta karun yang disembunyikan di Gunung Semeru oleh seorang perwira Jepang bernama Watanabe pada 1944. Dokumen Watanabe  inilah yang dibawa oleh Soe ke Puncak Mahameru pada Desember 1969.


Takdir menentukan Soe harus tewas di Mahameru, puncak tertinggi Gunung Semeru. Saat proses evakuasi, dokumen itu ditemukan oleh pemimpin SAR. “Lalu entah gimana ceritanya, dokumen terjemahan itu ada di tangan seseorang, yaa sebut saja namanya A-deh. Orangnya gua kenal kok,” ungkap Rudy Badil.


Sejak itulah, mulai 4 Oktober 1976, selalu ada tim khusus yang diberangkatkan ke Puncak Mahameru secara diam-diam. Namun karena masalah beaya, “rahasia” harta karun Watanabe itu kemudian dibagikan kepada perusahaan tersebut dan disetujui untuk ditindaklanjuti. Maka terbentuklah Tim Pencari Lokasi Simpanan Harta Karun Watanabe 1944.


Gua lihat sendiri proposalnya yang berjudul “Mencari Potensi Alam dalam Rangka Menyongsong Otonomi Daerah Melalui Penggalian dan Pemanfaatan Peninggalan Jepang” tertanggal 23 Agustus 2000,” ujar penulis sakaligus fotografer itu.


Disebutkan dalam proposal tersebut, berita itu bukanlah sekadar rumor belaka. Ada beberapa nama saksi di sana yang dijelaskan merupakan mantan pekerja romusha dan pegawai di era revolusi. Tentu saja tak ketinggalan dokumen Watanabe yang katanya telah diterjemahkan oleh Soe Hok Gie menjadi data-data penguat keberadaan harta karun itu.


“Mereka juga bilang, bukti di lapangan juga sudah ada yakni seringnya orang-orang datang ke lokasi untuk melakukan pencarian harta karun dengan cara menggali secara manual,” tutur Badil.


Situasi semakin “seru” manakala Pemda Provinsi Jawa Timur pada 24 Maret 2000 menyurati jajarannya agar meneliti dan mengecek soal harta karun itu. Mereka rupanya “ngiler” juga mendengar isi harta karun itu yang (katanya) terdiri dari perhiasan emas, emas lantakan, berlian, mutiara dan emas putih yang konon ditempatkan dalam sebuah gua rahasia.  Disebutkan pula adanya alat-alat perang (seperti senjata, tank, ranpur dan granat) yang masih tertinggal di sana.


“Makanya kata mereka, bawanya harus hati-hati dan melibatkan militer, karena gua itu juga penuh dengan jebakan berupa ranjau darat dan gas beracun yang dialirkan melalui pipa. Pokoknya kayak di film-film deh,” kata Badil sambil tertawa.


Secara pribadi, Badil sendiri tak pernah menganggap serius cerita itu. Selain banyak bohongnya (misalnya soal Soe yang pernah ke Jepang), dia juga tahu pasti bahwa pimpinan SAR yang disebut-sebut sebagai awal dari munculnya cerita itu tak lain adalah Herman O. Lantang, sahabat Badil dan Soe. Saat melakukan pendakian ke Semeru pada Desember 1969, mereka merupakan kawan satu tim juga. Ketika Badil memperlihatkan salinan proposal itu kepada Herman, sesepuh MAPALA UI itu hanya tertawa geli saja.


“Orang banyak yang aneh-aneh saja ya. Pimpinan SAR yang tak pernah ada itu pintar menjual sensasi dan informasi tipu-tipu…” ujar Herman seperti dikutip Badil dalam buku Soe Hok Gie Sekali Lagi.


Soal isu harta karun Jepang itu sebenarnya bukan soal yang asing bagi para penduduk di sekitar Lumajang dan Malang Selatan. Terlebih pada 1946-1949, wilayah Gunung Semeru dan sekitarnya,  pernah menjadi  basis sekira 30 eks tentara Jepang yang membelot ke pihak Republik Indonesia pimpinan Mayor Tatsuo Ichiki alias Abdul Rachman.


“Pak Tatsuo ini adalah kawan baiknya Pak Zulkifli Lubis, yang mendrikan pertama kali lembaga intel di Indonesia,” ujar Shigeru Ono, salah satu dari 30 eks tentara Jepang itu, kepada saya pada 2013.


Di antara nama-nama rekannya di Pasukan Gerilya Istimewa (kesatuan yang dibentuk oleh eks tentara Jepang tersebut), Shigeru Ono sendiri tak pernah menyebut nama Watanabe. Namun mengenai penyembunyian senjata, amunisi, logistik dan sejumlah meriam di sebuah gua di Garotan (Malang Selatan bukan Lumajang) diakui oleh Shigeru dan dikonfirmasi dalam tulisan Letnan Kolonel AL (Purn) Satmoko Tanoyo dalam Bunga Rampai Perjuangan dan Pengorbanan Jilid V.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Karangan bunga bukan sekadar dekorasi. Tiap bunga memiliki makna, mulai dari tanda cinta hingga peringatan yang mendorong munculnya floriografi atau bahasa bunga.
Karangan bunga bukan sekadar dekorasi. Tiap bunga memiliki makna, mulai dari tanda cinta hingga peringatan yang mendorong munculnya floriografi atau bahasa bunga.
Survei SMRC menunjukan mayoritas warga tidak percaya akan kebangkitan PKI. Dimanfaatkan kelompok tertentu demi tujuan politik.
Survei SMRC menunjukan mayoritas warga tidak percaya akan kebangkitan PKI. Dimanfaatkan kelompok tertentu demi tujuan politik.
Kasus 1965 disidangkan melalui Pengadilan Rakyat Internasional. Akankah mencuri perhatian internasional?
Kasus 1965 disidangkan melalui Pengadilan Rakyat Internasional. Akankah mencuri perhatian internasional?
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
transparant.png
bottom of page