Diperbarui: 15 Sep
IRAN sebagai pewaris Peradaban Persia kembali jadi tolok ukur pendidikan Islam secara menyeluruh dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES). Negeri yang sedang dikeroyok Amerika Serikat (AS) dan Israel itu mampu bertahan berkat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologinya.
“Muslim Persia sudah menunaikan tugas kesejarahannya mengembangkan ilmu pengetahuan dan filsafat. Maka mungkin inilah saatnya atau paling lama abad depan, adalah giliran Muslim Asia Tenggara,” ujar cendekiawan Din Syamsuddin dalam sambutannya pada gala dinner GIHES di Jakarta, sebagaimana disiarkan akun Youtube gontortv, Sabtu (6/9/2026).
Tokoh pendidikan dari Muhammadiyah itu merujuk pada sejarah masa keemasan Islam (abad ke-8-abad ke-14). Persia sendiri melahirkan banyak tokoh yang sampai sekarang masih jadi rujukan sampai ke negeri-negeri Barat. Di antaranya matematikawan Muhammad bin Musa al-Khwarizmi (780-850 Masehi) yang acap disebut “Bapak Aljabar” dan namanya diabadikan untuk “algoritma”. Lalu, Ibnu Sina (980-1037 Masehi) yang jadi pionir kesehatan modern.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















