Diperbarui: 8 Sep
ORGANISASI Kerja Sama Islam (OKI) mengeluarkan dua resolusi dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri Luar Biasa ke-23 di Jeddah, Arab Saudi, pada 27 Agustus 2026. Salah satunya masih menyangkut Palestina.
Indonesia punya ekspektasi lebih dari sekadar seruan dan kecaman semata. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta, yang turut menghadiri konferensi itu. Terorisme Israel lewat ekspansi dibarengi tindak kekerasan dan pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat oleh para pemukim ilegal takkan berhenti hanya dengan seruan dan kecaman, ujarnya.
“OKI harus mampu membangun wibawa organisasi, tidak dengan kecaman dan pernyataan tetapi melalui aksi nyata dan berkelanjutan. OKI harus memaksimalkan kemampuan dan mekanismenya untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas berbagai kejahatannya serta mengkategorikan tindakan kekerasan para pemukim ilegal sebagai aksi terorisme,” ungkap Anis seperti dimuat di laman resmi Kemlu RI, 27 Agustus 2026.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















