- 1 jam yang lalu
- 7 menit membaca
NADA-nada karya musik klasik mengalun dari tuts-tuts piano kala jemari Laksmi Pudjiwati Insia Subardjo menari di atasnya. Senyumnya merekah seketika seiring ia menekan tuts terakhir.
“Ini sekarang (lagu) ‘Bengawan Solo’,” terang Insia sebelum jemarinya kembali menari di atas tuts-tuts pianonya dengan lincah.
Lagu gubahan Gesang itupun mengalun dengan elok dari piano itu. Beberapa foto, poster lawas, hingga kliping koran-koran lama turut “bercerita” bahwa Insia bukan pemain piano musiman. Semasa muda, ia aktif di beberapa grup musik. Bakat itu mengalir dari ayahnya, Ahmad Subardjo.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.




_edited.jpg)













