top of page

Ahmad Subardjo, The Untold Story

Dari mimpi didatangi roh raja Klungklung hingga “janjian” dengan Bung Hatta enggan dimakamkan di TMP Kalibata. The untold story Ahmad Subardjo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Laksmi Pudjiwati Insia Subardjo memegang potret ayahnya, Ahmad Subardjo (Bisri/Historia.ID)

30 Agu
7 menit membaca

NADA-nada karya musik klasik mengalun dari tuts-tuts piano kala jemari Laksmi Pudjiwati Insia Subardjo menari di atasnya. Senyumnya merekah seketika seiring ia menekan tuts terakhir.


“Ini sekarang (lagu) ‘Bengawan Solo’,” terang Insia sebelum jemarinya kembali menari di atas tuts-tuts pianonya dengan lincah.


Lagu gubahan Gesang itupun mengalun dengan elok dari piano itu. Beberapa foto, poster lawas, hingga kliping koran-koran lama turut “bercerita” bahwa Insia bukan pemain piano musiman. Semasa muda, ia aktif di beberapa grup musik. Bakat itu mengalir dari ayahnya, Ahmad Subardjo.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page