top of page

Kitab Sejarah dari Nagarakretagama hingga Sejarah Nasional Indonesia (Bagian II)

Butuh 30 tahun sejak merdeka untuk melahirkan buku “Sejarah Nasional Indonesia”. “Indonesia dalam Arus Sejarah” kemudian muncul menggantikan SNI yang kontroversial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seminar Sejarah Nasional I tahun 1957 menyepakati rencana penyusunan buku sejarah nasional yang "Indonesia-sentris" (ANRI)

30 Mei 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 4 Jun 2025

SAAT rapat kerja dengan Komisi X DPR RI pada Senin (26/5/2025), Menteri Kebudayaan Fadli Zon berulang-kali menekankan bahwa 10 jilid buku yang akan dihasilkan dari proyek penulisan ulang sejarah adalah buku sejarah dengan perspektif Indonesia-sentris. Padahal perspektif itu sudah jadi prioritas sejak tujuh dekade silam. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page