top of page

Konflik Keluarga dalam Perang Dunia I

Perang Dunia I merupakan perseteruan tiga raja bersaudara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tower of London dikelilingi 10 ribu lilin jelang Peringatan 100 Tahun berakhirnya Perang Dunia I. (hrp.org.uk).

  • 9 Nov 2018
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 4 Feb

SEJAK Minggu 4 November 2018 hingga 11 November 2018, Tower of London takkan gelap gulita di malam hari. Total 10 ribu lilin disulut para Beefeaters atau pengawal khusus Kerajaan Inggris untuk memperingati seabad gencatan senjata yang mengakhiri Perang Dunia I (PD I), 11 November 1918.


Great War atau PD I (28 Juli 1914-11 November 1918) memakan korban total 19 juta jiwa, militer maupun sipil. Terlepas dari adanya Perjanjian Versailles 28 Juni 1919, Gencatan Senjata Compiègne pada 11 November 1918 jadi upaya awal mengakhiri perang yang mengglobal sampai ke Pasifik itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page