top of page

Kopral Hargijono Tak Sengaja Menembak Ade

Mereka gagal menjemput A.H. Nasution. Namun, anaknya, Ade Irma Suryani yang menjadi korban.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kopral Hargijono, anggota kelompok G30S yang bertugas menculik Jenderal Nasution. (MA Yusuf/Historia.ID).

3 Nov 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

MISI penjemputan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan (Menko Hankam) Jenderal TNI Abdul Haris Nasution dari rumahnya di Jalan Teuku Umar, Menteng, dipimpin oleh Pembantu Letnan Dua (Pelda) Djahurup. Ujung tombak pasukan penculik adalah anggota Batalyon Kawal Kehormatan I Resimen Tjakrabirawa.


Mereka sempat terlibat kontak senjata dengan AIP Karel Satsuit Tubun, penjaga di rumah Waperdam J. Leimena yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Nasution, dan menewaskan KS Tubun. Begitu tiba di rumah Jenderal Nasution, mereka melucuti para penjaga di rumah itu.


“Kemudian Pelda Djahurup, Kopda Hargiono dan Pratu Sulemi semuanya anggota Cakrabirawa membuka pintu depan ruang tamu yang rupa-rupanya malam itu tidak dikunci dan kemudian masuk,” catat buku Monumen Pancasila Çakti.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page