top of page

Korban-korban Pesta Demokrasi

Sejak Pemilu 1955, kelelahan dan stres menjadi penyebab banyak petugas pemilihan meninggal dunia. Ada pula yang tewas lantaran dianiaya gerombolan dan dikeroyok lebah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pendaftaran para pemilih di Jakarta Raya. (Jejak Demokrasi Pemilu 1955).

27 Jun 2023
3 menit membaca

KABAR duka menjadi penutup cerita pelaksanaan Pemilu 2019. Ada 894 anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang meninggal dunia ketika menjalankan tugas. Dalam situasi belum diterimanya hasil pemilihan, kasus ini sempat mengemuka. Bermacam tudingan merebak, sarat muatan politis. Namun, pada akhirnya penjelasan medis mengakhiri segala praduga. Tingginya angka kematian petugas lantaran beban kerja yang masif.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page