Diperbarui: 9 Agu
PROYEK bom atom yang dikembangkan Amerika Serikat pada 1940-an dipandang sebagai pertaruhan yang penting. Sebab, di tengah Perang Dunia II, proyek yang diberi nama Proyek Manhattan itu menjadi harapan Amerika untuk mengalahkan Nazi Jerman dan mengakhiri perang.
Awalnya, Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt dan para ajudan utamanya beranggapan bom atom akan menjadi senjata yang sah untuk digunakan pertama kali melawan Nazi Jerman. Namun, mereka berubah pikiran pada pertengahan tahun 1944 karena lanskap perang telah berubah. Memanasnya pertempuran di Pasifik membuat Roosevelt dan para penasihat utamanya melihat Jepang sebagai musuh utama atau lawan yang harus segera ditundukkan. Dengan demikian, target bom atom kini mengarah pada Jepang.
“Pandangan ini muncul karena perang dengan Jerman tidak diragukan lagi akan berakhir jauh sebelum bom atom yang dikembangkan Amerika siap, sekitar musim semi 1945. Dalam sebuah memorandum rahasia pada September 1944 di Hyde Park, Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill meratifikasi pergeseran dari Jerman ke Jepang,” tulis Barton J. Bernstein dalam “The Atomic Bombings Reconsidered,” termuat di Foreign Affairs Vol. 74, No. 1 (Januari-Februari 1995).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.




_.jpg)







