Diperbarui: 9 Agu
“SAYA tidak ingin Kyoto dibom,” kata Sekretaris Perang Amerika Serikat, Henry L. Stimson kepada Jenderal Leslie R. Groves, perwira Korps Insinyur Angkatan Darat Amerika Serikat sekaligus direktur proyek pengembangan bom atom yang dikenal dengan Proyek Manhattan, ketika membahas beberapa kota di Jepang yang menjadi target bom atom pada akhir Mei 1945.
“Saya tidak sepakat. Saya tidak suka Kyoto dijadikan sasaran,” ulang Stimson menegaskan pendiriannya.
Beriringan dengan proyek pengembangan bom atom, Komite Target yang terdiri dari jenderal dan perwira militer, serta ilmuwan, bertugas menyusun daftar kota-kota yang menjadi target bom atom. Salah satu kota yang dianggap sempurna adalah Kyoto, ibu kota Jepang di masa lalu yang menjadi rumah bagi ribuan kuil Buddha dan Shinto serta dikenal sebagai pusat intelektual Jepang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.




_.jpg)













