top of page

Lampu Pijar Bikin Penduduk Batavia Gempar

Lampu pijar yang menyala terang dan tak padam meski tertiup angin membuat penduduk Batavia gempar. Menjadi tontonan warga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lampu pijar atau booglamp menerangi Pelabuhan Tanjung Priok di kala malam. (willemsmithistorie.nl).

  • 13 Des 2022
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jun

HALTE TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia tampak ramai oleh pengunjung. Sebagian di antaranya bergegas menaiki tangga ke area anjungan atau sky deck view di lantai dua untuk berswafoto dengan latar pemandangan Monumen Selamat Datang. Semakin malam area itu kian ramai. Mereka menikmati pemandangan malam yang diterangi lampu dan videotron di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga M.H. Thamrin.


Seiring berkembangnya zaman, lampu tak hanya berfungsi sebagai penerangan di kala malam, tetapi juga menambah nilai estetika terhadap suatu objek maupun kota. Sejarawan Denys Lombard dalam Nusa Jawa: Batas-batas Pembaratan menyebut penerangan dengan gas mulai diperkenalkan di wilayah Hindia Belanda sejak 1860-an, sedangkan listrik mulai muncul menjelang akhir abad ke-19.


Sementara itu, menurut sejarawan Rudolf Mrazek dalam Engineers of Happy Land: Perkembangan Teknologi dan Nasionalisme di Sebuah Koloni, lampu mulai menerangi kawasan Batavia saat menteri jajahan Belanda memberikan konsensi pertama pada 19 November 1859 untuk memasang sistem lampu gas umum di Batavia dan sekitarnya. Seiring dengan dibangunnya pembangkit tenaga listrik tahun 1897, elektrifikasi di Hindia Belanda pun dimulai. Perusahaan Bataviasche Electriciteit Maatschappij ditugaskan untuk melayani penerangan serta memenuhi kebutuhan energi modern di wilayah Batavia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Dua wartawan pada jalan nasib yang menyimpang.
Dua wartawan pada jalan nasib yang menyimpang.
transparant.png
bottom of page