- 31 Okt 2020
- 5 menit membaca
Diperbarui: 29 Mei
SUATU hari yang cerah di bulan September 1992. Abdelkader Larbi Ben M’barek alias Larbi Benbarek (diperankan Mohamed Khashla) baru selesai mendirikan salat di kediamannya. Tak lama kemudian, Hassan (Abdelhamid Qarqouri) sahabatnya mengajaknya ke Stade Mohammed V di Kasablanka, Maroko untuk menyaksikan laga timnas Maroko.
Namun sesampainya di tujuan, Larbi ditolak masuk. Ia tetap dilarang masuk ke stadion ketika menunjukkan selembar kartu pas berlogo FIFA. Penolakan itu jadi kali terakhir Larbi menengok stadion terbesar Maroko itu lantaran seminggu kemudian, pada 16 September 1992, Larbi mengembuskan nafas terakhirnya.
Prolog film Larbi: Ou le destin d’un grand footballeur (2011) garapan sineas Driss Mrini itu dengan gamblang menggambarkan figur seberpengaruh Larbi Benbarek begitu cepat dilupakan. Tidak hanya dalam ingatan publik Prancis, negeri tempat Benbarek berkarier hingga bersinar di masa muda, namun juga di negeri kelahirannya, Maroko.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















