- 29 Mar 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 Mei
BEBERAPA waktu lalu (17/3), Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti mengunjungi kapal Rainbow Warrior (Lasykar Pelangi) yang tengah berlabuh di perairan Sorong, Papua. Kapal milik kelompok pecinta lingkungan Greenpeace tersebut tengah memulai muhibahnya yang bertajuk “Jelajah Harmoni Nusantara”. Papua Barat merupakan tujuan pertama mereka dalam kegiatan tersebut.
Sejatinya kapal tersebut bukanlah Rainbow Warrior yang pertama. Nama Rainbow Warrior sendiri awalnya diambil dari sebuah buku berjudul Warriors of the Rainbow karangan William Wiloya dan Vinson Brown yang diterbitkan oleh Naturegraph pada 1962). Buku tersebut berkisah tentang suatu ungkapan dari para ahli nujum suku Indian Cree di Amerika Utara yang meramalkan akan datang suatu masa ketika planet Bumi sakit parah akibat ketamakan manusia.
Dalam situasi kritis tersebut, Sang Dewa Agung lantas mengutus sekelompok manusia idealis yang datang dari berbagai latar budaya untuk melakukan suatu aksi nyata menyembuhkan Bumi yang tengah sekarat tersebut. Orang-orang Indian Cree menyebutnya sebagai Para Ksatria Pelangi (Warriors of the Rainbow).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















