- 10 Jul 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
HARI ini, 10 Juli 1985, 34 tahun silam. Kesunyian dermaga Pelabuhan Auckland, Selandia Baru seketika berganti jadi menakutkan pada pukul 23.45 waktu setempat. Dentuman keras mengagetkan orang-orang di kapal-kapal yang bersandar maupun yang berada di daratan.
“Suara apa itu? Jelas bukan bagian dari kebisingan rutin kapal. Bahkan, tidak ada suara normal kapal yang bisa didengar. Generator, yang memasok listrik ke kapal, anehnya sunyi. Gempa bumi kah?” kata Peter Willcox, kapten kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace yang merupakan salah satu kapal di dermaga itu, dalam memoarnya yang dimuat dalam Greenpeace Captain: My Adventures in Protecting the Future of Our Planet.
Rainbow Warrior merupakan kapal Greenpeace, organisasi pemerhati lingkungan yang berasal dari Kanada, yang dibeli pada 1978. Bekas kapal Sir William Hardy milik Skotlandia itu lalu direparasi ulang agar berfungsi untuk pekerjaan lingkungan. Untuk menyelaraskan dengan misi yang diembannya, cat kapal didominasi warna putih dan hijau tua.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















