Diperbarui: 21 Agu
PERTENGAHAN Februari 1942, Belanda terdesak oleh Jepang. Belanda ingin membawa Sukarno yang diasingkan di Bengkulu ke Australia dengan kapal yang disiapkan di Padang. Dikirimlah utusan menjemput Sukarno di Bengkulu.
Untuk mengakses Padang, mereka menempuh jalur darat dari Bengkulu. Melewati kampung hingga rimba raya agar tidak diketahui Jepang. Namun, Belanda mendapat informasi Jepang telah menguasai Padang. Sehingga Sukarno dan keluarga tidak jadi dibawa sebab pejabat dan tentara Belanda menyelamatkan diri masing-masing.
Mestika Zed, sejarawan Universitas Negeri Padang mengatakan, Belanda buru-buru membawa Sukarno ke Padang agar tidak jatuh ke tangan Jepang. “Belanda khawatir, jika nantinya Sukarno dimanfaatkan Jepang untuk tujuan propaganda anti-Belanda,” ujar Mestika. Kegagalan Belanda membawa Sukarno ke Australia, membuat Sukarno terdampar di Padang selama lima bulan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















