top of page

Manusia Pertama di Jawa Mungkin bukan dari Afrika

Penelitian terbaru menemukan fosil yang lebih tua dari manusia pertama di Jawa yang berasal dari Afrika. Menggoyahkan teori Out of Africa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Temuan bonggol tulang paha dan fragmen tulang paha bagian tengah (mungkin berusia lebih muda dari temuan bonggol tulang paha) dari Homo erectus di situs Bumiayu. (Repro Bumiayu-Prupuk-Semedo Migrasi Fauna dan Manusia Tertua di Pulau Jawa).

20 Jun 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 30 Jun

PENEMUAN fosil di Bumiayu dan Sangiran pada 2019 menggoyahkan teori manusia pertama di Jawa berasal dari Afrika.


Di Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan fosil tulang Homo erectus berusia 1,8 juta tahun. 


Sedangkan di Sangiran, Kecamatan Sragen, Jawa Tengah, peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) menemukan fragmen tulang manusia berusia 1,7 juta tahun.


Padahal, teori Out of Africa menyebut Homo erectus pertama kali keluar dari Afrika pada 1,8 juta tahun lalu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page