top of page

Masa Lalu Kancut

Penampilan luar seseorang, katanya, menunjukkan kepribadiannya. Bagaimana dengan celana dalamnya?

loading_historia_white.gif
transparant.png

  • 17 Feb 2011
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

SEJARAWAN Henk Schulte Nordholt dalam pengantarnya untuk buku Outward Appearances: Trend, Identitas, Kepentingan menulis bahwa pakaian memiliki arti penting dalam konteks sosial apabila kita membayangkan bagaimana jadinya kalau orang berjalan telanjang di jalanan atau ruangan? Tentu mereka, demikian Henk, “Akan segera kehilangan penampilan akrab mereka dan dengan demikian akan kehilangan sebagian besar identitas mereka.” Dengan kata lain, lanjut Henk, “Pakaian adalah kulit sosial dan kebudayaan.”


Lantas bagaimana dengan pakaian dalam pria?


Dalam sebuah adegan film Si Pitung (1977) garapan sutradara Alam Rengga Surawijaya, Scott Heine (Hamid Arif) kepala polisi musuh bebuyutan si Pitung tampak tergopoh-gopoh keluar dari kamarnya setelah mendengar seseorang menggedor pintu rumahnya. Dia tak mengenakan baju kecuali selembar celana sepanjang lutut yang kerap disebut kolor. Maklum, Scott baru saja berasyik masyuk dengan nyainya ketika suara gedoran itu mengganggu konsentrasinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
transparant.png
bottom of page