top of page

Celana Pendek Pendiri Bangsa

Ketika empat tokoh bangsa ini bercelana pendek.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin, memakai jas kedodoran, celana pendek, sambil merokok, berpose bersama presiden Sukarno, wakil presiden Mohammad Hatta, dan para menteri kabinet pertama Republik Indonesia di halaman rumah Sukarno, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 4 Oktober 1945.

  • 21 Jan 2015
  • 3 menit membaca

PARA pendiri bangsa, Sukarno, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, dan Amir Sjarifuddin, pernah memakai celana pendek pada suatu kesempatan. Tujuannya ada yang untuk propaganda, penyamaran, kebiasaan, atau mungkin darurat karena yang ada cuma celana pendek.


Dalam Mencari Demokrasi, sejarawan Benedict Anderson mengomentari kesederhanaan para pendiri bangsa: “Perdana menteri masih pakai celana pendek dan orang tidak merasa itu aneh. Kalau melihat baju orang pemerintah, menteri-menteri pada jaman revolusi, itu seperti orang biasa di jalan-jalan.”


Sukarno


Sukarno memakai celana pendek pada masa pendudukan Jepang. Tujuannya sebagai propaganda agar rakyat mau menjadi romusha untuk membangun berbagai proyek Jepang.


Pada awal 1944, menurut Fatmawati, Sukarno selama beberapa hari pergi ke Curug, Tangerang, untuk kinrohoshi (kerja bakti) membuat lapangan terbang baru. “Dengan mengenakan celana pendek dari kain khaki warna kuning, memakai topi lakan yang daunnya dilipat ke atas, mengunjuk dengan gagah sambil memberi aba-aba memimpin pekerjaan mengeluarkan batu dan pasir dari dasar sungai,” tulis Syamsu Hadi dalam Fatmawati Soekarno, Ibu Negara.


Menurut Aiko Kurasawa dalam Mobilisasi dan Kontrol, foto-foto Sukarno yang sedang melakukan kerja kasar berkali-kali muncul di koran dan majalah. Dia mengenakan celana pendek dan pita lengan dengan nomor romusha 970, persis seperti romusha biasa. Dia ditampilkan saat mengangkat karung pasir yang digunakan dalam pekerjaan pembangunan.


Tan Malaka


Pada 1943, Tan Malaka yang sedang menyamar dengan nama Ilyas Husein, bekerja sebagai kerani di pertambangan batu bara di Bayah, Banten Selatan. Menurut Harry Poeze dalam Tan Malaka Pergulatan Menuju Republik: 1925-1945, salah satu cara untuk menutupi penyamarannya, Tan selalu berpakaian celana pendek, kemeja dengan leher terbuka, kaus panjang, helm khusus untuk daerah tropis, dan sebuah tongkat untuk jalan.


Tan masih mengenakan setelan semacam itu sampai Indonesia merdeka. Poeze mengidentifikasi sebuah foto Tan Malaka dengan setelan tersebut berjalan bersama Sukarno serta para pemuda untuk rapat raksasa di Lapangan Ikada pada 19 September 1945.


Sutan Sjahrir


Abdul Halim, anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), mengingat kebiasaan Sutan Sjahrir memakai celana pendek. “Sjahrir, pakai celana pendek, sebagai ketua Badan Pekerja, ada arloji besar dikantongnya,” kata Halim sambil tertawa dalam Di Antara Hempasan dan Benturan: Kenang-kenangan Dr. Abdul Halim, 1942-1950.


Dalam tulisan lain, Halim juga ingat, “Pada suatu hari setelah sidang Badan Pekerja selesai, saya pulang terlambat bersama Bung Sjahrir; kira-kira pukul lima petang, menuju ke mobil ketua Badan Pekerja. Sjahrir pada waktu itu masih memakai celana pendek,” tulis Halim dalam Mengenang Sjahrir.


Ketika ditunjuk menjadi formatur kabinet, Sjahrir sibuk mencari orang untuk mengisi posisi menteri dalam kabinetnya. Menurut Ajip Rosidi dalam biografi Sjafruddin Prawirangegara Lebih Takut Kepada Allah swt: Sebuah Biografi, memakai celana pendek dan naik sepeda, Sjahrir menemui Sjafruddin Prawiranegara di dekat stasiun Pegangsaan dan menawarinya jabatan menteri keuangan. Namun, Sjafruddin menolak karena merasa belum pantas. Sjahrir pun mengangkat Soenario Kolopaking sebagai menteri keuangan.


Amir Sjarifuddin


Pada 4 Oktober 1945, kabinet pertama Republik Indonesia berpose untuk media massa asing di halaman rumah Sukarno, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Menurut Yudhi Soerjoatmodjo dalam IPPHOS Remastered, Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin, yang baru dua hari keluar dari penjara Jepang, mengenakan jas kedodoran, celana pendek, sambil merokok.


Setelah pose tersebut, para juruwarta asing mengajukan pertanyaan kepada Sukarno-Hatta yang duduk dikeliling para menterinya, termasuk Amir Sjarafuddin.


Rosihan Anwar dalam Sejarah Kecil “petite histoire” Indonesia Volume 3, menyebut Amir Sjarifuddin yang tidak banyak bicara itu “memakai celana pendek dengan kaus kaki panjang mirip gaya uniform bush-shirt Marsekal Lord Wavell yang pernah sebentar bermarkas di Bandung sebagai Panglima Tentara Sekutu sebelum tentara Dai Nippon mendarat di pantai Pulau Jawa.”


Menteri Penerangan Amir Sjarifuddin, memakai jas kedodoran, celana pendek, sambil merokok, berpose bersama presiden Sukarno, wakil presiden Mohammad Hatta, dan para menteri kabinet pertama Republik Indonesia di halaman rumah Sukarno, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 4 Oktober 1945.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setalah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Di Jakarta, Wolfgang Reif direkrut intelijen Jerman Timur, Jerman Barat, dan CIA. Terungkap dan tertangkap intelijen Jerman Timur.
Di Jakarta, Wolfgang Reif direkrut intelijen Jerman Timur, Jerman Barat, dan CIA. Terungkap dan tertangkap intelijen Jerman Timur.
NASA sudah lebih dulu mengeksplorasi Uranus. Kini Elon Musk turut menjadikan planet terdingin itu mimpi besar buat pencapaian SpaceX
NASA sudah lebih dulu mengeksplorasi Uranus. Kini Elon Musk turut menjadikan planet terdingin itu mimpi besar buat pencapaian SpaceX
Figur yang mengembalikan citra Madrid sebagai raja Eropa.
Figur yang mengembalikan citra Madrid sebagai raja Eropa.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
transparant.png
bottom of page