- 17 Des 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 1 Jan
SEJARAH teknologi dipenuhi dengan berbagai penemuan yang di awal kemunculannya digembar-gemborkan, lalu menjadi kekecewaan namun kemudian diadopsi secara luas. Sejarah itu juga dipenuhi dengan benda-benda yang mulanya dirancang untuk satu tujuan, akan tetapi pada akhirnya digunakan dengan cara yang tidak terduga. Contohnya, QR Code.
Awal mula kehadiran QR Code tak dapat dilepaskan dari teknologi barcode yang lebih dulu muncul dan marak digunakan dalam berbagai bidang sejak tahun 1980-an. Menurut Jordan Frith, profesor di Clemson University spesialis komunikasi teknis dan studi komunikasi seluler, dalam Barcode, sejarah penciptaan barcode dapat ditelusuri kembali ke percakapan yang tidak disengaja di akhir tahun 1940-an.
Kala itu, seorang mahasiswa pascasarjana, Bernard Silver, mendengar seorang eksekutif toko kelontong menyampaikan ide tentang kasir supermarket otomatis kepada pihak kampus Universitas Drexel. Anggota fakultas universitas itu tidak tertarik, tetapi Silver yang terpikat dengan ide kasir otomatis itu menceritakan percakapan yang didengarnya kepada mahasiswa pascasarjana lain, Joseph Woodland. Keduanya bertukar pikiran mengenai ide tersebut, namun kesulitan untuk mengembangkannya. Tak lama berselang, Woodland meninggalkan Universitas Drexel.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















