top of page

Mempertanyakan Pengakuan Nyak Sandang

Sejarawan meragukan pengakuan Nyak Sandang yang menyumbang untuk pembelian pesawat pertama Republik Indonesia. Tahun obligasi dan pembelian pesawat berbeda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Teuku Panglima Polem Muhammad Ali, ketua panitia pembeli pesawat udara sumbangan rakyat Aceh, disaksikan Residen Aceh Teuku M. Daudsyah menyerahkan cek sebesar ratusan ribu Strait Dollar kepada Presiden Sukarno sebelum kembali ke Yogyakarta pada 20 Juni 1948. Foto: Repro Semangat Merdeka.

  • 25 Mar 2018
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 7 Apr

NYAK Sandang, lelaki berusia 91 tahun, menjadi perhatian dan pemberitaan luas karena mengaku sebagai penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001. Dia menunjukkan buktinya berupa obligasi tahun 1950.


Presiden Joko Widodo mengundangnya ke Istana Negara pada Rabu malam, 21 Maret 2018. Jokowi menawarinya umrah sebelum naik haji. Direktur Utama Garuda Pahala N. Mansyuri juga menjenguknya di RSPAD Gatot Subroto karena Seulawah RI-001 merupakan cikal bakal Garuda.


Namun, sejarawan Asvi Warman Adam, mempertanyakan pengakuan Nyak Sandang sebagai penyumbang pembelian Seulawah RI-001. Dengan membeli obligasi, Nyak Sandang memang telah menyumbang untuk pemerintah, namun bukan untuk membeli pesawat. “Pesawat pertama itu dibeli tahun 1948 dengan sumbangan rakyat Aceh,” kata Asvi. Sedangkan obligasi yang dimiliki Nyak Sandang dikeluarkan tahun 1950.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
transparant.png
bottom of page