top of page

Mengejar Cenderawasih Kuning Besar

Blair bersaudara menjelajahi Indonesia untuk memfilmkan Cenderawasih Kuning Besar yang dikisahkan Wallace. Mereka jatuh hati pada negeri cincin api ini.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dr. Lawrence Blair, seorang penjelajah, pembuat film, penulis dan pembicara tentang masyarakat dan makhluk hidup di Indonesia. Tinggal di Bali. (drlawrenceblair.com).

20 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Des 2025

PADA 1972, Lawrence Blair sedang berjuang menuntaskan tesis doktornya di Universitas Lancaster, Inggris. Adiknya, Lorne Blair, menelepon dari London. Dia mengabarkan bahwa Ringo Starr, mantan personel The Beatles, siap menyediakan £2.000 dan biaya pasca produksi untuk film petualangan pertama mereka. “Kita dapat!” teriak Lorne. “Ringo menerima proposal kita untuk mengulangi pencarian Cenderawasih Kuning Besar oleh Wallace bersama para perompak Bugis.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page