top of page

Mengintip Kegiatan Sekolah Masa Jepang

Murid-murid sekolah zaman Jepang mengalami banyak hal baru. Dari mengenakan seragam sekolah, upacara bendera, sampai ditempeleng orang Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anak-anak latihan fisik dan kemiliteran pada masa pendudukan Jepang.

3 Des 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

SEMBILAN bulan pandemi Covid-19 menyerang Indonesia. Sekolah merumahkan siswanya dan mengganti sistem kelas tatap muka dengan sistem dalam jaringan untuk menekan penyebaran virus. Mendikbud, Menag, Mendagri, dan Menkes berencana membolehkan sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021 dengan persyaratan ketat.


Sembilan bulan bukan waktu singkat bagi siswa menjalani hari-hari bersekolah yang berbeda. Hal serupa juga pernah terjadi pada masa Jepang. Menjelang kedatangan Jepang pada akhir 1941, sekolah-sekolah di Hindia Belanda meliburkan siswanya tanpa berbatas waktu. Para guru berbangsa Belanda kembali ke negerinya.   


Maret 1942, Jepang mengambil alih Hindia Belanda. Pemerintah militer Jepang menutup semua jenis dan jenjang sekolah. Mereka ingin merombak ulang pendidikan di Indonesia. Buku-buku sekolah berbahasa Belanda disita, diperiksa, dan dinilai ulang. “Semua itu dimaksudkan untuk menghilangkan pengaruh Barat,” catat tim Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam Di Bawah Pendudukan Jepang: Kenangan Empat Puluh Dua Orang yang Mengalaminya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page