top of page

Menjelang Proklamasi Tiba

Bagaimana para tokoh menggambarkan suasana detik-detik perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada 16 Agustus 1945.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Diorama Sukarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Subardjo di Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Fernando Randy/Historia.ID).

18 Agu 2021
4 menit membaca

KEPANIKAN terjadi saat Bung Karno dan Bung Hatta dikabarkan menghilang dari kediamannya. Dua lakon utama yang tengah mempersiapkan proklamasi itu tetiba tidak diketahui rimbanya. Petunjuk mengarah kepada golongan muda yang memang beberapa waktu menekan Bung Karno dan Bung Hatta menyegerakan proklamasi. Ahmad Subardjo, ditemani Sudiro, segera menemui salah seorang tokoh golongan muda, Wikana.


Subardjo, sebagaimana disebutkan Suhartono dalam Kaigun Penentu Krisis Proklamasi, dikenal dekat dengan Wikana. Dia yakin kawannya itu akan mengatakan keberadaan Bung Karno dan Bung Hatta kepadanya. Namun Wikana bersikukuh merahasiakan keberadaan mereka. Akhirnya, dengan “menggadaikan” namanya, Subardjo berjanji melaksanakan proklamasi begitu Bung Karno dan Bung Hatta kembali ke Jakarta. Wikana pun akhirnya betus.


Setelah mengetahui di mana Bung Karno dan Bung Hatta berada, Subardjo langsung menjemput keduanya. Pada waktu yang bersamaan, Wikana bersama beberapa pemuda yang sengaja ditinggal di Jakarta melakukan persiapan penyelenggaraan proklamasi. Dari keterangan Sidik Kertapati dalam bukunya Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945, Wikana bertugas mengatur semua keperluan pembacaan proklamasi di rumah Bung Karno. Dia juga memastikan kesediaan Laksamana Tadashi Maeda untuk menjadikan rumahnya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Kisah komandan perempuan membebaskan kaumnya dari ISIS dan sistem sosial patriarki di bawah desingan peluru.
Kisah komandan perempuan membebaskan kaumnya dari ISIS dan sistem sosial patriarki di bawah desingan peluru.
Polisi menyebut penyebab utama kecelakaan terletak pada perilaku dan kondisi jiwa pengemudi.
Polisi menyebut penyebab utama kecelakaan terletak pada perilaku dan kondisi jiwa pengemudi.
Setiap muslim berharap dapat menyempurnakan keislamannya dengan naik haji ke Makkah. Ini sejarah muslim Indonesia pergi ke Tanah Suci.
Setiap muslim berharap dapat menyempurnakan keislamannya dengan naik haji ke Makkah. Ini sejarah muslim Indonesia pergi ke Tanah Suci.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
transparant.png
bottom of page