top of page

Menumpas Pengikut Tan Malaka (2)

Setelah bertahan selama hampir seminggu, kekuatan Lasjkar Rakjat di Karawang tercerai berai. Sebagian malah menyeberang ke pihak Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Eks Pasukan Laskar Rakjat (LR) yang bergabung dengan militer Belanda dan dinamakan sebagai HMOT. (Arsip Nasional Belanda).

27 Jul 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

PERTEMPURAN di pinggir Kali Citarum itu berlangsung selama dua hari dua malam. Masing-masing pihak saling bergantian melakukan serbuan. Tak jarang pertempuran harus diakhiri dengan perkelahian brutal jarak dekat menggunakan bayonet, klewang dan golok. Korban pun berjatuhan, baik dari pihak Tentara Repoeblik Indonesia (TRI) maupun dari pihak Lasjkar Rakjat (LR).


“Orang-orang LR itu memang pandai silat. Mereka rata-rata adalah jawara atau jago di era sebelum Jepang berkuasa,” ujar Endin (93), eks prajurit dari Batalyon Beruang Merah.


Karena kalah taktik dan kurang menguasai medan, pasukan gabungan TRI sempat dipukul mundur dari wilayah Lamaran . Kekalahan TRI itu, otomatis menjadikan gerak LR semakin melaju ke arah kota Karawang, di mana satu unit pasukan anak buah Sutan Akbar itu tengah dikepung oleh pasukan Siliwangi pimpinan Kapten Lukas Koestarjo.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page