top of page

Merambah Kekayaan Alam di Bumi Papua

Pemerintah Indonesia baru meneliti kekayaan alam Papua pada 1962. Sementara Belanda jauh lebih dulu melakukannya. Siapa yang menikmatinya?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pegunungan Grasberg yang menjadi lokasi penambangan PT Freeport di Papua. (Kementerian ESDM/Wikimedia Commons).

  • 16 Jan 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

TANAH Papua dikenal dengan potensi kekayaan alamnya yang luar biasa. Mulai dari keanekaragaman hayati hingga kandungan mineral tersedia melimpah di pulau ujung timur Indonesia ini. Kandungan emas di Papua disebut-sebut sebagai yang terbesar. Perusahaan pertambangan multinasional asal Amerika, PT Freeport Indonesia (PTFI), sudah mengeksploitasinya lebih dari setengah abad.


Namun, eksplorasi kekayaan alam di Papua baru dilakukan pemerintah Indonesia pada 1962. Belanda sudah jauh lebih dulu memetakan kekayaan alam di Papua. Sejak 1935, Belanda telah mengusahakan eksplorasi minyak di Sorong melalui perusahaan swasta Nederlandsche Nieuw Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
transparant.png
bottom of page