top of page

Momong Megawati Jadi First Lady

Kisah polwan anggota Detasemen Kawal Pribadi, pasukan ring satu pengawal Presiden Sukarno. Mereka menjaga anak-anak presiden dari bahaya. Ada yang jago judo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Estiningsih menunjukkan foto saat bertugas sebagai polwan anggota DKP. (Riyono Rusli/Historia.ID).

  • 8 Des 2023
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 1 Mar

ADA banyak anak bangsa yang mengagumi figur Bung Karno. Selain cerdas, charming, dan berani, Bung Karno konsisten serta konsekuen memperjuangkan kemerdekaan bangsanya sedari muda hingga masa senjanya.


Estiningsih merupakan salah satu yang mengagumi sosok Bung Karno. Namun, berbeda dari kebanyakan pengagum si Bung Besar, Estiningsih kenal dekat dengan figur yang dikaguminya itu. Pun dengan keluarga Bung Karno.


Estiningsih merupakan polisi wanita (polwan) yang ditugaskan menjadi anggota Detasemen Kawal Pribadi (DKP). Sebagai anggota pasukan pengawal pribadi presiden itu, Estiningsih bisa dekat dengan Bung Karno dan keluarganya. Hari-harinya bahkan lebih banyak dihabiskan bersama mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page