top of page

Mongol, Penakluk Terbesar dalam Sejarah

Jenghis Khan membawa bangsa Mongol menjadi penakluk terbesar dalam sejarah. Kekuasaannya menghubungkan Eropa dengan Asia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan penobatan Temujin sebagai Jenghis Khan pada 1206. (Wikipedia).

  • 22 Feb 2020
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

DELAPAN ratus tahun yang lalu, masyarakat nomaden yang kecil tiba-tiba meledak, keluar dari padang rumput Mongolia yang dingin dan kering. Mereka menaklukkan beberapa kekuasaan di wilayah perbatasan dan menjadi penguasa terbesar dalam sejarah. 


Jenghis Khan memimpin bangsa Mongol menghancurkan beberapa dinasti kuat pada zamannya. Termasuk Dinasti Abbasiah di Baghdad, Dinasti Jin dan Dinasti Song di Cina, serta Kerajaan Khwarezmian di Asia Tengah.


Kekuasaan Mongol menghubungkan Eropa dengan Asia dalam waktu kurang dari seabad. Pencapaiannya itu disebut Pax Mongolica atau era ketika wilayah Eurasia menyatu di bawah kekuasaan Mongol.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page