top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Oktober Merah

Setelah berabad-abad tertindas, kaum proletar di Rusia akhirnya menggapai kekuasaan melalui revolusi.

20 Apr 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Poster Bolshevik karya Boris Michailowitsch Kustodijew. (Russian Avantgarde Gallery).

  • 20 Apr 2023
  • 6 menit membaca

SETELAH dipenjara dan dibuang ke Siberia pada 1897 hingga 1900, Vladimir Ilych Lenin jadi pelarian politik dan mengelola surat kabar bawah tanah Iskra (Pijar), organ Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia (RSDLP). Dia berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain. Terakhir, dia tinggal di Jerman dan memperdalam marxisme. Selama masa ini, dia menjadi pemimpin faksi Bolshevik dari RSDLP. Sekembalinya ke Rusia pada 16 April 1917, Lenin disambut hangat para pendukungnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Menikmati secangkir kopi di sebuah kedai yang dulunya berperan dalam penerangan kota. Bangunan ini menjadi perusahaan pemasok listrik sejak masa kolonial.
bottom of page