top of page

Oom, Om, dan Om-om

Sapaan om dari bahasa Belanda, oom, sempat populer di masyarakat. Orang kemudian enggan dipanggil om gara-gara om-om senang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Om-om kelahiran 1997. (Twitter @DDYSTRN).

28 Apr 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 26 Apr

KELAHIRAN 97 trending topic setelah akun twitter @DDYSTRN memposting foto orang pacaran yang diambil dari akun sosial media TikTok. Pada foto itu, perempuan memberi caption: “pacaran kok seumuran? Sama om om dong.” Perempuan kelahiran tahun 2003 itu menganggap pacarnya yang kelahiran 1997 sebagai om-om.


Warganet twitter pun memberikan tanggapan beragam, seperti akun @ditamoechtar mencuit: “Kebangetan ni embrio. 97 dibilang om2. Yg kelahiran 80an apa? Artefak?”


Mari kita coba telusuri asal-usul oom, om, dan om-om.


Istilah om-om berasal dari sapaan om, dari bahasa Belanda, oom yang artinya paman. Pasangannya adalah tante, juga dari bahasa Belanda. KBBI mengartikan om sebagai “kakak atau adik laki-laki ayah atau ibu” dan “kata sapaan kepada orang laki-laki yang agak tua”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page