- 11 Feb 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 19 Des 2025
DI twitter tengah terjadi perbincangan soal panggilan “mbak”. Gara-garanya seorang penumpang ojek online yang memberi rating bintang satu hanya karena dipanggil “mbak”. Penumpang itu menulis komentar: “Don’t call me ‘mbak’. You are in Jkt! Say it ‘non’ or ‘kak’.”
Perempuan itu tidak suka dipanggil “mbak” kemungkinan karena menganggap panggilan itu biasa digunakan untuk asisten rumah tangga atau karena sekarang sapaan yang biasa digunakan, umumnya diucapkan oleh pramuniaga kepada konsumen adalah “kakak”.
KBBI Daring mengetri “mbak” sebagai “kata sapaan yang lebih tua di daerah Jawa; mbakyu; dan kata sapaan untuk perempuan muda”.
Panggilan “mbak” yang awalnya di lingkungan keluarga atau masyarakat, kemudian menjadi sapaan yang menunjukkan keakraban, diterapkan di lingkungan pendidikan Taman Siswa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















