top of page

Operasi CIA di Indonesia dari Masa ke Masa

Sejak zaman pendudukan Jepang, agen Amerika Serikat telah dikirim ke Indonesia. Puncak dari operasi-operasi yang dijalankan yakni Peristiwa 1965 dan penggulingan Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

CIA menjalankan beberapa operasi di Indonesia yang puncaknya adalah penggulingan Presiden Sukarno. (Wikimedia Commons).

11 Des 2020
3 menit membaca

CENTRAL Intelligent Agency (CIA) telah lama beroperasi di Indonesia. Berbagai peristiwa, mulai dari pemilihan umum pertama tahun 1955 hingga Peristiwa 1965 yang diikut penggulingan pemerintahan Presiden Sukarno, diduga turut melibatkan agen intelijen rahasia Amerika Serikat ini.


Sejarawan Baskara T. Wardaya dalam Dialog Sejarah “Spionase CIA dari Masa ke Masa” di saluran Youtube dan Facebook Historia, Kamis, 10 Desember 2020, menjelaskan bahwa embrio CIA bermula dari Office of Strategic Services (OSS), yang dibentuk pada 1942 untuk mengumpulkan informasi-informasi dari Uni Soviet.


Namun, tampaknya hampir semua operasi OSS gagal. Bahkan, OSS sendiri malah diinfiltrasi oleh agen Inggris dan Soviet. OSS kemudian beralih target dari Uni Soviet ke negara-negara yang dianggap dekat dengan Soviet maupun negara-negara yang berideologi atau condong ke komunisme dan sosialisme. Setelah OSS dirombak beberapa kali, pada 1947 Amerika Serikat membentuk CIA.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page