Diperbarui: 20 Agu
LANGIT cerah menaungi halaman Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, 13 September 1993. Dalam sebuah footage itu, tampak Presiden Amerika Bill Clinton tersenyum haru melihat dua pemimpin negeri yang bermusuhan, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan Ketua Palestine Liberation Organization (PLO) Yasser Arafat, berjabat tangan erat dalam suasana hangat.
Rabin maupun Arafat sepakat berdamai dan menghakhiri 50 tahun konflik lewat peresmian Persetujuan Oslo. Footage yang disiarkan ke seluruh dunia itu jadi kabar gembira buat warga dunia. Namun hanya sedikit yang tahu bagaimana kesepakatan damai Israel-Palestina itu bisa terjadi setelah bertahun-tahun negosiasinya selalu membentur “tembok”.
Footage itu merupakan bagian dari film bertajuk Oslo garapan sutradara Bartlett Sher. Film drama tersebut menggambarkan detail negosiasi-negosiasi alot delegasi kedua belah pihak sebelum sama-sama menyepakati Declaration of Principles (DOP) dari Persetujuan Oslo I yang berisi 17 pasal kesepakatan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















