top of page

Pancasila dan Gerakan yang Bersimpang Jalan

Sepanjang sejarah, Pancasila mengalami beragam tantangan. Ada upaya untuk menggantinya dengan ideologi lain.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno menyampaikan pidato dalam sidang BPUPKI di Jakarta, 1 Juni 1945. (ANRI).

19 Des 2020
6 menit membaca

Diperbarui: 1 Jun 2025

SETELAH diusulkan oleh Sukarno pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945, Pancasila kemudian dibawa ke sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam sidang ini, muncul perdebatan terutama pada sila pertama Piagam Jakarta. Lobi-lobi politik terjadi dan akhirnya Pancasila diresmikan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945.


Pasca perdebatan dalam PPKI, bukan berarti Pancasila tak pernah lagi mengalami penolakan. Ragam ideologi memang awalnya boleh tumbuh dan hidup di Indonesia. Mereka yang memiliki cita-cita sebuah negara dengan ideologi berbeda pun kemudian juga muncul.


Ada yang hendak mendirikan negara berazas komunisme, ada pula yang berpegang pada Islamisme. Mereka yang dianggap melawan atau memberontak kepada pemerintahan yang sah kemudian diberantas. Tragedi berdarah mewarnai tiap peristiwa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page