top of page

Pasukan Perdamaian Indonesia di Gaza

Krisis Suez menadai kiprah pasukan perdamian Indonesia untuk kali pertama. Mereka bertugas untuk misi kemanusiaan, mengalami suka-duka di negara berkonflik, termasuk berhadapan dengan pasukan Israel.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anggota pasukan perdamaian Indonesia Garuda I bersama anggota pasukan perdamaian dari negara lain. (Star Weekly, 1 Juni 1957).

4 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Feb

AKHIR pekan lalu, slogan bertuliskan “All Eyes on Rafah” memenuhi jagat media sosial seluruh dunia. Seruan yang artinya “Semua Mata tertuju pada Rafah” itu muncul menyusul serangan kejam tentara Israel atas warga Palestina di Rafah, perbatasan Jalur Gaza, dan Mesir. Aksi itu memakan korban jiwa di pihak rakyat sipil pengungsi Palestina, termasuk perempuan, anak-anak dan bayi. Dalam perang, kelompok rentan seperti itulah yang sepatutnya dilindungi.   

 

Dunia internasional mengecam tindakan Israel. Namun, sampai hari ini perang masih berkecamuk antara pasukan militer Israel dan milisi Hamas di Palestina. Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mewacanakan pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Palestina. Gagasan itu disampaikan Prabowo dalam dialog keamanan “Shangri-La Dialogue” ke-21 di Singapura, Sabtu, 1 Juni 2024. Selain itu, Menhan Prabowo juga menyatakan pemerintah Indonesia siap mengevakuasi warga Palestina yang terluka dan merawatnya di rumahsakit Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page