top of page

Suka Duka Pasukan Perdamaian Indonesia di Gaza

Kisah para prajurit Indonesia pertama dalam misi perdamaian saat pecah Krisis Suez. Bertugas di tengah gurun yang panas, ladang ranjau, dan jauh dari keluarga. Meski begitu mereka mendapatkan hiburan dan pengalaman yang lebih dari memuaskan

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anggota-anggota Batalion Garuda I sedang berada di Kairo waktu mereka masih tinggal di El shandura. Tampak mereka sedang mengunjungi Pyramid. Sumber: Star Weekly, 1 Juni 1957.

  • 7 Jun 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 11 Feb

SEBANYAK 559 prajurit TNI Batalion Garuda I disiapkan menuju Mesir. Dua kompi berasal dari Tentara Teritorium (TT) IV/Diponegoro dan satu kompi dari TT V/Brawijaya. Mereka terpilih mewakili Kontingen Indonesia dalam United Nations Emergency Force (UNEF/Pasukan Polisi PBB) untuk misi perdamaian di tengah Krisis Suez. Sebelum berangkat, Presiden Sukarno melepas mereka dengan amanat.


“Adalah satu kebanggaan bagi kita bangsa Indonesia dapat menyumbangkan tenaga dalam membantu penyelesaian bersama di Mesir itu,” kata Presiden Sukarno seperti dikutip dalam “Sam Karya Bhirawa Anoraga”: Sedjarah Militer Kodam VII/Brawidjaja.


“Tugas ini adalah berat,” lanjut Bung Karno, “Tetapi apabila anggota-anggota pasukan Garuda I itu menjalankan tugasnya dengan penuh kecintaan, sedikitpun tak akan terasa beratnya.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Dramatisasi kisah komposer musik klasik keturunan Afrika pertama. Menggugat “égalité” dengan musiknya menyongsong revolusi yang membara.
Dramatisasi kisah komposer musik klasik keturunan Afrika pertama. Menggugat “égalité” dengan musiknya menyongsong revolusi yang membara.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Sekelompok aktivis, peneliti dan pegiat HAM berikhtiar menyelenggarakan Pengadilan Rakyat Internasional di Den Haag, Belanda. Dua hakim internasional siap mengadili.
Sekelompok aktivis, peneliti dan pegiat HAM berikhtiar menyelenggarakan Pengadilan Rakyat Internasional di Den Haag, Belanda. Dua hakim internasional siap mengadili.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
transparant.png
bottom of page