- 7 Jun 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 11 Feb
SEBANYAK 559 prajurit TNI Batalion Garuda I disiapkan menuju Mesir. Dua kompi berasal dari Tentara Teritorium (TT) IV/Diponegoro dan satu kompi dari TT V/Brawijaya. Mereka terpilih mewakili Kontingen Indonesia dalam United Nations Emergency Force (UNEF/Pasukan Polisi PBB) untuk misi perdamaian di tengah Krisis Suez. Sebelum berangkat, Presiden Sukarno melepas mereka dengan amanat.
“Adalah satu kebanggaan bagi kita bangsa Indonesia dapat menyumbangkan tenaga dalam membantu penyelesaian bersama di Mesir itu,” kata Presiden Sukarno seperti dikutip dalam “Sam Karya Bhirawa Anoraga”: Sedjarah Militer Kodam VII/Brawidjaja.
“Tugas ini adalah berat,” lanjut Bung Karno, “Tetapi apabila anggota-anggota pasukan Garuda I itu menjalankan tugasnya dengan penuh kecintaan, sedikitpun tak akan terasa beratnya.”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












