- 2 Mei 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 8 Mei
AWALNYA Presiden Soeharto ingin pernikahan anak pertamanya, Siti Hardijanti dan Indra Rukmana, putra pengusaha Edi Kowara Adiwinata, diadakan sederhana di rumahnya di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, Ibu Tien tidak setuju karena menganggap kurang pantas seorang presiden menikahkan anaknya seperti itu.
“Bagaimana rakyat kita nanti? Bagaimana kita bisa memberi tuntunan dalam membina budaya dan adat-istiadat kita kepada mereka di dalam upacara-upacara yang dianggap penting. Mantu itu ‘kan penting dan diharapkan hanya sekali,” kata Ibu Tien. Akhirnya, diputuskan upacara pernikahan diselenggarakan di Istana Bogor pada 29 Januari 1972.
Ibu Tien seorang muslimah yang memegang teguh budaya Jawa. Sehingga, untuk kelancaran acara pernikahan, dia meminta kepada Sukamdani Sahid Gitosardjono untuk membuat sesajen. Sukamdani (1928–2017) adalah pengusaha hotel pendiri Grup Sahid dan ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) selama dua periode.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















