top of page

Pawang Hujan dalam Pernikahan Anak Presiden Soeharto

Ibu Tien Soeharto meminta seorang pengusaha membuat sesajen dan memanggil pawang hujan agar pernikahan anak pertamanya berjalan lancar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pernikahan putra dan putri Presiden Soeharto pada Januari 1972. (IPPHOS/Perpusnas RI).

2 Mei 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Mei

AWALNYA Presiden Soeharto ingin pernikahan anak pertamanya, Siti Hardijanti dan Indra Rukmana, putra pengusaha Edi Kowara Adiwinata, diadakan sederhana di rumahnya di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, Ibu Tien tidak setuju karena menganggap kurang pantas seorang presiden menikahkan anaknya seperti itu.


“Bagaimana rakyat kita nanti? Bagaimana kita bisa memberi tuntunan dalam membina budaya dan adat-istiadat kita kepada mereka di dalam upacara-upacara yang dianggap penting. Mantu itu ‘kan penting dan diharapkan hanya sekali,” kata Ibu Tien. Akhirnya, diputuskan upacara pernikahan diselenggarakan di Istana Bogor pada 29 Januari 1972.


Ibu Tien seorang muslimah yang memegang teguh budaya Jawa. Sehingga, untuk kelancaran acara pernikahan, dia meminta kepada Sukamdani Sahid Gitosardjono untuk membuat sesajen. Sukamdani (1928–2017) adalah pengusaha hotel pendiri Grup Sahid dan ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) selama dua periode.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page