top of page

Ratu Mesir di Antara Temuan Baru Saqqara

Puluhan sarkofagus dan makam Ratu Mesir ditemukan. Sang ratu merupakan istri sekaligus putri salah satu firaun yang sebelumnya keberadaannya tak pernah diketahui.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Piramida bertingkat Djoser, salah satu objek terkenal di Situs Saqqara, Mesir. (Punnawit Suwattananun/Shutterstock).

  • 20 Jan 2021
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 13 Mar

MESIR mengumumkan penemuan baru di Situs Saqqara, selatan Kairo pada Sabtu, 16 Januari 2021. Sebanyak 54 sarkofagus kayu berwarna-warni dari periode Kerajaan Baru, yang berlangsung sejak sekira abad ke-16 hingga 11 SM, ditemukan di 22 lubang penguburan pada kedalaman 10-12 m.


“Biasanya peti mati kayu dengan mumi di dalamnya adalah milik Kerajaan Lama, tetapi menemukan peti kayu dari Kerajaan Baru itu sendiri merupakan tambahan baru untuk Saqqara,” kata kepala Supreme Council of Antiquities (SCA), Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, Mostafa Waziri kepada Xinhua.


Ketua tim arkeolog, Zahi Hawass, menyebutkan pihaknya juga menemukan papirus sepanjang 4 m yang mewakili bab 17 dari Kitab Orang Mati (Book of the Dead). Kitab ini merupakan kumpulan mantra yang ditujukan untuk mengarahkan orang mati melalui dunia bawah di Mesir Kuno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page