top of page

Para Firaun Perempuan Mesir Kuno

Para perempuan yang memegang kekuasaan di Mesir Kuno. Peran mereka dibutuhkan saat terjadi krisis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Salinan lukisan Nefertari, Ratu Mesir sekaligus istri utama Ramses yang Agung yang ada di makamnya. (metmuseum.org).

22 Jun 2021
6 menit membaca

Diperbarui: 13 Mar

FIRAUN identik dengan laki-laki. Namun, bukan berarti masyarakat Mesir Kuno menolak sama sekali perempuan menjadi penguasa. 


“Mesir pada dasarnya adalah patriarki, [namun] ini tidak berarti bahwa tidak mungkin bagi wanita kerajaan untuk memegang posisi otoritas,” tulis Carolyn Graves-Brown, kurator Egypt Centre, University of Wales Swansea, dalam Dancing for Hathor, Women in Ancient Egypt.


Sayangnya, perempuan tetap tak bisa lepas dari laki-laki ketika punya kesempatan memegang kendali pemerintahan.


Menurut Kara Cooney, egiptolog dan arkeolog, dalam When Women Ruled the World: Six Queens of Egypt, perempuan naik ke singgasana hanya untuk memastikan laki-laki dalam urutan pewaris takhta berikutnya bisa masuk ke lingkaran kekuasaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page