top of page

Perburuan Mayor Boyke Nainggolan

Setelah sempat menguasai Medan, Boyke Nainggolan dan pasukannya mundur dalam kejaran pasukan pemerintah pusat. Sempat digempur namun dapat meloloskan diri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayor Boyke Nainggolan. (Fernando Randy/Historia.ID).

14 Okt 2020
3 menit membaca

AKSI Mayor Boyke Nainggolan di Medan menggegerkan sampai ke Jakarta. Lewat sandi “Sabang-Merauke, dia melancarkan operasi militer menguasai kota dan menggasak uang di Bank Indonesia cabang Medan. Kolonel G.P.H. Djatikusumo, Deputi KSAD untuk Sumatra Utara sampai melarikan diri ke Belawan mencari perlindungan di markas Angkatan Laut (ALRI).


Setelah itu, Boyke dan pasukannya dari Batalyon Infantri 131 meninggalkan kota Medan. Rencananya, Boyke akan bergabung dengan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) bersama atasannya Kolonel Maludin Simbolon yang telah lebih dahulu membangkang.


Boyke menggerakkan pasukannya sebagai perlawanan atas sikap pemerintah pusat yang dirasa semena-mena terhadap aspirasi daerah luar Jawa. Namun, Mayjen Abdul Haris Nasution yang menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) terang-terangan menyebut Operasi Sabang Merauke (OSM) sebuah kudeta dan mencap Boyke Nainggolan sebagai pemberontak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
Utusan Mesir yang membawa keputusan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia dari negara-negara Liga Arab, sempat terdampar di Singapura.
Utusan Mesir yang membawa keputusan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia dari negara-negara Liga Arab, sempat terdampar di Singapura.
transparant.png
bottom of page