- 8 Jul 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 19 Apr
MAYOR Jenderal TNI Abdul Haris Nasution, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), merasa jemawa. Operasi Tegas rancangannya berhasil menumpas kekuatan PRRI di Pekan Baru. Namun sayangnya, sorak sorai kemenangan belum sepenuhnya berpihak kepada Nasution. Kejutan segera terjadi di Medan.
“Pada 16 Maret 1958, jam 04.00, eks Mayor Nainggolan beserta Yon 131 pimpinan Mayor Henry Siregar yang telah dipengaruhinya, merebut kekuasaan di Medan,” tulis Makmun Salim dari Pusat Sejarah ABRI dalam Sedjarah Operasi-Operasi Gabungan Terhadap PRRI-Permesta.
Hari itu, kota Medan diacak-acak oleh Nainggolan. Bank-bank yang ada dikuras. Uang hasil rampasan itu digunakan Nainggolan sebagai pemikat bagi orang-orang yang mau ikut serta dalam aksinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















