top of page

Mayor Boyke Nainggolan vs Kolonel Djatikusumo

Pertentangan antara pemerintah pusat dan daerah di Medan terwujud dalam suatu medang perang. Seorang perwira Batak Toba sempat unggul sementara dari seorang perwira ningrat asal Solo.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayor Boyke Nainggolan dan Kolonel Djatikusumo. Sumber: buku "Kolonel Maludin Simbolon: Liku-liku Perjuangannya dalam Pembangunan Bangsa" (Boyke) dan Wiki (Djatikusumo).

  • 8 Jul 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 19 Apr

MAYOR Jenderal TNI Abdul Haris Nasution, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), merasa jemawa. Operasi Tegas rancangannya berhasil menumpas kekuatan PRRI di Pekan Baru. Namun sayangnya, sorak sorai kemenangan belum sepenuhnya berpihak kepada Nasution. Kejutan segera terjadi di Medan.


“Pada 16 Maret 1958, jam 04.00, eks Mayor Nainggolan beserta Yon 131 pimpinan Mayor Henry Siregar yang telah dipengaruhinya, merebut kekuasaan di Medan,” tulis Makmun Salim dari Pusat Sejarah ABRI dalam Sedjarah Operasi-Operasi Gabungan Terhadap PRRI-Permesta.


Hari itu, kota Medan diacak-acak oleh Nainggolan. Bank-bank yang ada dikuras. Uang hasil rampasan itu digunakan Nainggolan sebagai pemikat bagi orang-orang yang mau ikut serta dalam aksinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
bg-gray.jpg
Rasa kebangsaan Ahmad Subardjo tergugah oleh tulisan Soewardi Soerjaningrat dan pidato Tjokroaminoto. Dia juga sempat menggeluti teosofi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
Tanpa perempuan-perempuan di pasar ini, laju perjuangan amat mungkin terhenti.
Tanpa perempuan-perempuan di pasar ini, laju perjuangan amat mungkin terhenti.
Belanda bikin lembaga yang mengumpulkan informasi mengenai tanah jajahannya.
Belanda bikin lembaga yang mengumpulkan informasi mengenai tanah jajahannya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Entah sejak kapan istilah logistik yang merujuk kepada ketersediaan duit itu mulai digunakan.
Entah sejak kapan istilah logistik yang merujuk kepada ketersediaan duit itu mulai digunakan.
Demi mengenal Indonesia lebih dalam, novel Max Havelaar karya Multatuli diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.
Demi mengenal Indonesia lebih dalam, novel Max Havelaar karya Multatuli diterjemahkan ke dalam bahasa Korea.
Dari Eric Cantona hingga Neymar. Para maestro sepakbola ini melebarkan sayap dari lapangan ke perfilman
Dari Eric Cantona hingga Neymar. Para maestro sepakbola ini melebarkan sayap dari lapangan ke perfilman
transparant.png
bottom of page