- Amanda Rachmadita
- 16 Okt 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 9 Des 2025
PERTUKARAN informasi menggunakan kode atau sandi sudah menjadi hal umum dalam menyampaikan pesan sensitif dan rahasia. Oleh karena itu, Jepang beralih dari kode yang rumit ke mesin sandi untuk lalu lintas pesan diplomatik. Pada 1930-an, Jepang membeli mesin sandi Kryha dan Enigma untuk diteliti dan dimodifikasi. Jepang berhasil mengembangkan dua mesin sandi, yakni Angooki Taipu A atau Mesin Sandi Tipe A yang disebut Red Machine oleh Amerika Serikat, dan Angooki Taipu B atau Mesin Sandi Tipe B yang dikenal sebagai Purple Machine.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












