top of page

Ketika Jepang Tertipu Mata-mata Palsu

Pria Amerika yang direkrut menjadi mata-mata Jepang ini ternyata informan badan intelijen AS. Ia mengungkap jaringan spionase Jepang di AS.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Itaru Tachibana, mata-mata Jepang yang ditangkap FBI di Amerika Serikat tahun 1941. (Wikimedia Commons).

20 Nov 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 8 Mei

AKSI spionase Jepang di Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II tidak selalu berhasil. Dalam sebuah peristiwa, Jepang justru dengan mudah diperdaya oleh mata-mata gadungan yang berujung pada penangkapan sejumlah spion Jepang di Amerika.


Peristiwa ini terjadi pada medio awal tahun 1941. Menurut Terry Crowdy dalam The Enemy Within: A History of Espionage, pada Mei 1941, FBI melaporkan telah menemukan kegiatan spionase seorang perwira Jepang bernama Itaru Tachibana.


Sejak tahun 1939, Tachibana beroperasi sebagai pemilik klub malam dengan nama samaran Mr. Yamamoto, memata-matai peningkatan teknologi Angkatan Laut AS dan memimpin jaringan mata-mata terbesar di Pesisir Barat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page