top of page

Aksi Spionase Jepang Sebelum Menyerang Pearl Harbor

Takeo Yoshikawa datang ke Hawaii menyamar sebagai diplomat. Ia ditugaskan mengintai militer AS sebelum Jepang menyerang Pearl Harbor.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Takeo Yoshikawa, mata-mata Jepang yang menyamar menjadi diplomat di Hawaii, untuk mengamati pergerakan militer AS sebelum Jepang menyerang Pearl Harbor pada 7 Desember 1941. (U.S. Naval Institute/usni.org).

18 Nov 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Jan

AKSI spionase di masa Perang Dunia II selalu menarik untuk ditelusuri. Mata-mata dari berbagai negara seperti Jerman, Inggris, Amerika Serikat, hingga Jepang saling beradu strategi untuk mencuri informasi penting dan menggalang dukungan demi memenangkan perang. Oleh karena itu, meski aksi para spion seringkali tak mencolok karena mereka bekerja seperti bayangan, aktivitas spionase selama perang berkecamuk turut memainkan peran penting. Bahkan, dalam beberapa kasus, mata-mata dipandang sebagai senjata rahasia untuk menghancurkan musuh.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page