top of page

Perjalanan Muhammadiyah di Kota Medan

Sebelum menjadi organisasi Islam yang berpengaruh kuat di Sumatera Utara, para pendiri Muhammadiyah menghadapi sejumlah tantangan politis dan kultural.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengurus pertama Muhammadiyah Medan, 1927. (Repro 30 Tahun Muhammadiyah Sumatra Timur).

  • 29 Mei 2020
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 1 Jul

SYAHDAN, sekelompok saudagar Minang kerap menyambangi rumah penjual mie rebus bernama Entong Sahari di Jalan Nagapatam 44 (kini Jalan Kediri, Kampung Keling) Medan. Mereka adalah pedagang Pasar Bundar kawasan Petisah yang datang pada malam hari untuk mengaji. Selain mengaji, para perantau itu sering berdiskusi tentang gerakan Islam. Beberapa diantara mereka bernama Djuin Sutan Penghulu, Sutan Maradjo, dan Haji Syuaib.


Menurut Kalimin Sunar dalam makalah yang termuat dalam Profil Muhammadiyah Sumatra Utara, para saudagar Minang itu telah menerima paham gerakan pembaharuan Islam di kampung halaman mereka. Gerakan pembaharuan itu tidak lain bernama Muhammadiyah yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 1912. Ketika mereka merantau ke Medan, ide untuk mendirikan Muhammadiyah pun terbersit. Mereka kemudian menghimpun kawan-kawan yang sepaham dalam pertemuan di Nagapatam 44.


Pada 1 Juli 1928, tersusunlah pengurus besar Muhammadiyah. Muhammad Said Harahap atau lebih dikenal Hr. Muhammad Said menjadi ketuanya yang pertama. Djuin Sutan Penghulu menjabat wakil ketua sedangkan Mas Pono dari Yogyakarta sebagai sekretaris. Penetapan tersebut menandai berdirinya secara resmi organisasi Muhammadiyah di Kota Medan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
bg-gray.jpg
Setiati rallied women to commemorate the first anniversary of Indonesia’s independence at the site where the Proclamation was read. They pressed on despite being blocked by Gurkha soldiers.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Selalu ada cara untuk mengatasi kesulitan. Di tengah long march untuk kembali bergerilya, Chairul Saleh membuat lomba masak.
Selalu ada cara untuk mengatasi kesulitan. Di tengah long march untuk kembali bergerilya, Chairul Saleh membuat lomba masak.
Piala Dunia U-17 FIFA faktanya terinspirasi dari sebuah turnamen usia muda di Singapura.
Piala Dunia U-17 FIFA faktanya terinspirasi dari sebuah turnamen usia muda di Singapura.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Bus Patas AC nyaman, aman, dan bergengsi. Tapi nasib awaknya seringkali dalam bahaya.
Bus Patas AC nyaman, aman, dan bergengsi. Tapi nasib awaknya seringkali dalam bahaya.
transparant.png
bottom of page