top of page

Persekusi Kampung Tugu di Awal Kemerdekaan

Orang-orang Kampung Tugu diganggu gerombolan yang disebut ektrimis oleh Belanda di masa awal kemerdekaan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kelompok Krontjong Toegoe sedang berlatih. Mereka pelestari keroncong yang turun-temurun mendiami Kampung Tugu, tempat leluhur mereka mengalami kesulitan di masa revolusi. (Bisri/Historia.ID).

8 Mei 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Agu

KAMPUNG Tugu di Jakarta Utara sohor karena keroncongnya. Itu terkait erat dengan penghuni awalnya yang merupakan orang-orang Mardijker. Golongan mantan budak era Portugis itu dimerdekakan oleh kongsi dagang Belanda Oost-Indische Compagnie (VOC).


Di era Hindia Belanda, daerah Tugu masih belum padat dan tetap dihuni keturunan para Mardijker. Selain permukiman, Kampung Tugu juga masih banyak hamparan sawah, kebun pisang, dan kelapa. Nijmaagsch Dagblad, 22 Januari 1946, memberitakan, penduduknya hidup dari bercocok tanam, berburu, membuat alat musik seperti keroncong (yang diduga berasal dari Portugis) dan suling bambu. Para pemudanya sehari-hari bekerja di Tandjong Priok di pelabuhan atau perusahaan mobil.


Para penduduk Tugu beragama Kristen sehingga banyak yang menyebut Tugu termasuk salah satu kampung Kristen tertua di Jakarta. Para penduduk Tugu biasanya pergi ke Gereja Tugu tiap hari Minggu. Gereja mereka juga menjadi tempat belajar bagi anak-anak setempat. Di sana, musik keroncong terus terpelihara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page