top of page

Pertempuran Natal

Demi merebut Antwerp, Hitler melancarkan serangan masif ke Bastogne pada akhir tahun. "Hadiah" Natal yang tak terlupakan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan AS di hutan setelah bertempur di sekitar Bastogne (Foto: US Army/army.mil)

25 Des 2019
5 menit membaca

Diperbarui: 24 Des 2025

DINI hari 25 Desember 75 tahun silam. Cuaca membekukan dan kegelapan akibat padamnya listrik tak menghentikan sejumlah warga kota kecil Bastogne, Belgia untuk berkumpul di ruang bawah tanah di sekolah-asrama Notre-Dame. Dalam suasana mengerikan akibat hujan tembakan dan bom, mereka bersama para siswa dan tentara AS yang terluka maupun sehat menyanyikan kidung-kidung Natal di bawah pimpinan seorang pastor.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page