top of page

Pesta Makan Daging Sebelum Puasa di Aceh

Makan daging menjadi tradisi orang Aceh menyambut Ramadan sejak dulu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Daging. (Marcos Paulo Prado/Unsplash).

18 Apr 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

PADA masa lalu, daging merupakan makanan mewah bagi orang Aceh. Sehari-hari mereka lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan ikan. Mereka akan mengganti menu harian saat tiba bulan istimewa: Ramadan.


Masyarakat Aceh berusaha membeli daging pada hari mameugang untuk dimakan bersama keluarga. Tradisi turun-temurun ini membuat permintaan daging sapi atau kerbau menjelang Ramadan sangat tinggi.


Kebiasaan itu dijumpai Snouck Hurgronje ketika tinggal di Aceh dari 1857 hingga 1936. Ia mencatatnya dalam De Atjehers yang terbit pada 1893.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page